Webinar Perdana KBA SMAN 46 Dengan Tema “Spiritual Heal With SEFT”

Pada tanggal 31 Oktober 2020, telah diadakan pelatihan pengembangan diri dengan tema Spiritual Healer with SEFT bersama para alumni SMAN 46 Jakarta. Pelatihan ini dihadiri oleh 10 orang peserta dari berbagai lintas angkatan. Dalam pelatihan ini pada sesi pertama membahas mengenai ilmu psikologi dan terapi mandiri dalam mengatasi kondisi emosi dan psikis. Sejalan dengan kondisi pandemi covid-19 yang terjadi sejak bulan maret 2020, telah membuat banyak orang di seluruh dunia menjadi panik, khawatir bahkan tidak mampu mengontrol emosi dan perilaku mereka. Semua keadaan dan mobilitas kegiatan sehari-hari berubah menjadi tidak menentu dan akibatnya banyak orang mengalami kondisi psikologis yang tidak baik, seperti cemas berlebihan, takut, stress, bahkan depresi. Melalui pelatihan ini, para alumni diajarkan ilmu psikologi dan terapi mandiri agar mampu mengatasi kondisi psikologis dalam berbagai kondisi.

            Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya Sofia yang juga merupakan alumni dari SMAN 46 yang sekarang menjadi Trainer kemudian pelatihan ini dimoderatori oleh Emili, lulusan dari Universitas Atma Jaya yang sekarang menjadi HR Specialist di perusahaan eksport-import terkemuka di Indonesia yang merupakan ahli di bidang psikologi dan juga mengerti tentang penggunaan metode SEFT sebagai metode untuk memotivasi karyawan serta implementasinya di dunia kerja.

Dasar ilmu yang diajarkan dalam pelatihan sesi pertama adalah SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique), yaitu teknik terapi ketuk jari modern dengan menggunakan jari dan melakukan ketukan pada titik-titik meridian energi tubuh manusia. Titik-titik meridian energy adalah simpul syaraf yang terhubung dengan syaraf pusat yaitu otak sebagai pengendali fungsi emosi dan fisik tubuh manusia. Otak yang sakit secara psikologis telah mengalami trauma dan energi negatif, sedangkan otak yang sehat secara psikologis memiliki energi positif yang baik. Terapi SEFT membantu untuk menyeimbangkan fungsi energi tubuh yang negatif menjadi positif sehingga kondisi psikologis lebih stabil.

 

            Kemudian pada sesi kedua membahas mengenai ilmu psikologi dalam menentukan minat dan bakat dengan metode STIFIn. STIFIn adalah singkatan dari Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting yang memetakan dominansi bakat manusia berdasarkan sistem kerja otak. Tes STIFIn untuk mengetahui minat dan bakat menggunakan alat tes sidik jari, sehingga hasil tes bersifat genetik dan permanen. Karena sidik jari telah diteliti merupakan gambaran genetik dan tidak setiap orang memiliki sidik jari yang sama. Oleh karena itu, tes STIFIn sangat dibutuhkan oleh setiap orang terutama untuk mengetahui bakat secara genetik dan mengasah bakat menjadi lebih maksimal dalam berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari. Dengan diadakan pelatihan tersebut diharapkan mampu memberikan khazanah keilmuan kepada para alumni SMAN 46 Jakarta, agar memiliki bekal keilmuan baru yang dapat bermanfaat dalan kehidupan mereka.

           

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.