Kunjungan KBA SMAN46 ke sekolah SMA Negeri 46 Jakarta

JAKARTA – Jumat (28/05/2021), Perwakilan dari Pengurus KBA SMAN46 yakni Bung Raga Kustiawan, Hanafi Wibowo dan Muhammad Hisyam kembali menyambangi sekolah kita tercinta, SMAN 46 Jakarta. Agenda kedatangan pengurus KBA SMAN46 kali ini adalah untuk bersilaturahmi dengan Kepala Sekolah SMAN46 Jakarta, Ibu Carol Titaley.

Kendati saat itu sedang ada petugas Audit untuk memeriksa-aset sekolah namun Ibu Carol masih menyempatkan diri menerima kami di ruang BK. Pembicaraan dibuka oleh Bung Raga mengenai keinginan beliau untuk melakukan pendataan lebih lanjut kepada alumni-alumni generasi baru. Kebetulan belum lama, SMAN 46 Jakarta telah melepas siswa-siswa kelas 12, kembali pada orangtuanya. Bu Carol mengatakan bahwa pihak SMAN 46 Jakarta dapat memberikan akses kepada KBA untuk melakukan pendataan alumni baru lewat daftar absen. Namun untuk lebih mudahnya Bu Carol akan membagikan G -Form yang dibuat oleh Bung Raga kepada Wali kelas agar dibagi-bagikan kepada anak didiknya.

Dalam perbincangan hangat siang itu, Bu Carol mengkritisi struktur organisasi Alumni di SMAN 46 Jakarta. Alumni sendiri bahwasanya Alumni adalah struktur oligarkis yang ditiru Indonesia dari Amerika, tidak ada istilah Alumni di Benua Eropa. Alumni mencakup siswa-siswa yang telah berhasil lulus. Realita yang dilihat oleh Ibu Carol di sekolah lain tempatnya mengabdi, setiap organisasi Alumni memiliki seorang Ketua yang membawahi ketua Alumni tiap angkatan. Namun tidak dengan 46, sudah teralu lama tiap-tiap angkatan bersifat teralu independen dan bahkan terjadi polarisasi yang cukup intens di dalam tubuh Alumni.

Wabil chusus mengenai Texas 46, Ibu Carol secara jujur mengatakan bahwa nama itu sendiri tidak berarti apapun. Hanya saja, reputasi yang melekat pada nama itu cukup banyak membuat repot pelbagai pihak. Misalnya, Bu Carol harus dipanggil oleh Jajaran Ketua RT di sekitar lingkungan SMAN 46 karena beberapa petualangan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum siswa yang mengaitkan dirinya dengan nama tersebut. Karena nama tersebut kurang memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, maka efeknya pun fatal, karena tindakan buruk akan selalu lebih diingat ketimbang amal mulia.

Terakhir, Bu Carol menyarankan kepada KBA SMAN 46 untuk lebih aktif membantu pihak sekolah guna memberikan sumbangsih positif bagi para siswa. Misalnya saja, membantu anak-anak didik yang akan mengikuti OSN. Bisa juga dengan mengorganisir kerja bakti di SMAN 46 bagian bawah yang selalu kebanjiran karena sampah menumpuh di selokan. Sehingga, SMAN 46, para siswa dan Alumninya bisa dipandang harum oleh masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.